Senin, 15 Desember 2008

MUPI NKPI

selasa, 16 desember 2008
PERHITUNGAN PRODUKTIFITAS KAPAL PERIKANAN
Produktivitas kapal penangkap ikan menurut Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 38 Tahun 2003 merupakan tingkat kemampuan kapal penangkap ikan untuk memperoleh hasil tangkapan ikan per tahun. Produktivitas kapal ikan ditetapkan dengan mempertimbangkan :
Ukuran tonase kapal;
Jenis bahan kapal;
Kekuatan mesin kapal;
Jenis alat penangkap ikan yang digunakan;
Jumlah trip operasi penangkapan per tahun;
Kemampuan tangkap rata-rata per trip;
Wilayah penangkapan ikan.
Produktivitas kapal penangkap ikan per Gross Tonnage (GT) per tahun ditetapkan berdasarkan perhitungan jumlah hasil tangkapan ikan per kapal dalam satu tahun dibagi besarnya GT kapal yang bersangkutan.Maksud dan tujuan dari kegiatan ini sebagai berikut :
Menyusun juklak perhitungan produktivitas kapal perikanan sesuai ukuran, jenis/type kapal perikanan.
Mengetahui produktivitas kapal perikanan dilokasi penangkapan.
Mengetahui jumlah produksi per kapal dalam satu trip melakukan penangkapan ikan.
Outcomes atau manfaat yang dicapai dari kegiatan ini adalah tersedianya Hasil Rumusan sebagai bahan pedoman umum Produktivitas Kapal Perikanan. Terjaminnya tingkat produktivitas dari kapal ikan baik dilihat dari populasi kapal ikan dan alat tangkap yang digunakan, sehingga potensi SDI tetap lestari.Cara Perhitungan Produktivitas Kapal Perikanan melalui dua tahapan yaitu :
Hasil Tangkapan Per Upaya PenangkapanHasil tangkapan per upaya penangkapan adalah pembagian antara produksi hasil tangkapan dengan Upaya penangkapan yang beroperasi dari suatu perairan. Hasil tangkapan berupa jumlah ikan hasil tangkapan dari salah satu kelompok sumber daya ikan (pelagis, demersal, dan lain sebaginya) dengan satuan berat (Ton atau Kg). Sedangkan upaya penangkapan berupa jumlah unit atau trip hari operasi penangkapan. Dasar perhitungan, yaitu :
Hasil Tangkapan per Upaya Penangkapan
=
Hasil tangkapan (ton atau kg)
Upaya (unit atau trip)
Laju Tangkap Perikanan (CPUE)Laju tangkap perikanan dengan menggunakan data series, minimal selama lima (5) tahun. Semakin panjang series waktu yang digunakan semakin tajam prediksi yang diperoleh. Cara perhitungannya adalah dengan cara membagi total hasil tangkapan dengan total effort standard sebagaimana dijelaskan diatas. Dasar penghitungan, yaitu :
Laju Tangkap Perikanan
=
Total Hasil tangkapan (ton atau kg)
Total Effort Standard (trip hari operasi)

TEHNOLOGI KAPAL PENANGKAP IKAN TUNA
Teknologi yang digunakan dalam pemanfaatan sumber daya tuna disesuaikan dengan sifat dan tingkah laku ikan sasaran. Tuna merupakan ikan perenang cepat yang bergerombol. Oleh karena itu, alat penangkap ikan yang digunakan haruslah yang sesuai dengan perilaku ikan tersebut. Ada lima macam alat penangkap tuna, yaitu rawai tuna, huhate, handline. pukat cincin, dan jaring insang.Rawai tuna (tuna longllne)Rawai tuna atau tuna longline adalah alat penangkap tuna yang paling efektif. Rawai tuna merupakan rangkaian sejumlah pancing yang dioperasikan sekaligus. Satu tuna longliner biasanya mengoperasikan 1.000 - 2.000 mata pancing untuk sekali turun.Rawai tuna umumnya dioperasikan di laut lepas atau mencapai perairan samudera. Alat tangkap ini bersifat pasif, menanti umpan dimakan oleh ikan sasaran. Setelah pancing diturunkan ke perairan, lalu mesin kapal dimatikan. sehingga kapal dan alat tangkap akan hanyut mengikuti arah arus atau sering disebut drifting. Drifting berlangsung selama kurang lebih empat jam. Selanjutnya mata pancing diangkat kembali ke atas kapal.Umpan longline harus bersifat atraktif. misalnya sisik ikan mengkilat, tahan di dalam air, dan tulang punggung kuat. Umpan dalam pengoperasian alat tangkap ini berfungsi sebagai alat pemikat ikan. Jenis umpan yang digunakan umumnya ikan pelagis kecil, seperti lemuru (Sardinella sp.), layang (Decopterus sp.), kembung (Rastrelliger sp.), dan bandeng (Chanos chanos).Huhate (pole and line)Huhate atau pole and line khusus dipakai untuk menangkap cakalang. Tak heran jika alat ini sering disebut “pancing cakalang”. Huhate dioperasikan sepanjang siang hari pada saat terdapat gerombolan ikan di sekitar kapal. Alat tangkap ini bersifat aktif. Kapal akan mengejar gerombolan ikan. Setelah gerombolan ikan berada di sekitar kapal, lalu diadakan pemancingan.Terdapat beberapa keunikan dari alat tangkap huhate. Bentuk mata pancing huhate tidak berkait seperti lazimnya mata pancing. Mata pancing huhate ditutupi bulu-bulu ayam atau potongan rafia yang halus agar tidak tampak oleh ikan. Bagian haluan kapal huhate mempunyai konstruksi khusus, dimodifikasi menjadi lebih panjang, sehingga dapat dijadikan tempat duduk oleh pemancing. Kapal huhate umumnya berukuran kecil. Di dinding bagian lambung kapal, beberapa cm di bawah dek, terdapat sprayer dan di dek terdapat beberapa tempat ikan umpan hidup. Sprayer adalah alat penyemprot air.Pemancingan dilakukan serempak oleh seluruh pemancing. Pemancing duduk di sekeliling kapal dengan pembagian kelompok berdasarkan keterampilan memancing.Pemancing I adalah pemancing paling unggul dengan kecepatan mengangkat mata pancing berikan sebesar 50-60 ekor per menit. Pemaneing I diberi posisi di bagian haluan kapal, dimaksudkan agar lebih banyak ikan tertangkap.Pemancing II diberi posisi di bagian lambung kiri dan kanan kapal. Sedangkan pemancing III berposisi di bagian buritan, umumnya adalah orang-orang yang baru belajar memancing dan pemancing berusia tua yang tenaganya sudah mulai berkurang atau sudah lamban. Hal yang perlu diperhatikan adalah pada saat pemancingan dilakukan jangan ada ikan yang lolos atau jatuh kembali ke perairan, karena dapat menyebabkan gerombolan ikan menjauh dari sekitar kapal.Umpan yang digunakan adalah umpan hidup, dimaksudkan agar setelah ikan umpan dilempar ke perairan akan berusaha kembali naik ke permukaan air. Hal ini akan mengundang cakalang untuk mengikuti naik ke dekat permukaan. Selanjutnya dilakukan penyemprotan air melalui sprayer. Penyemprotan air dimaksudkan untuk mengaburkan pandangan ikan, sehingga tidak dapat membedakan antara ikan umpan sebagai makanan atau mata pancing yang sedang dioperasikan. Umpan hidup yang digunakan biasanya adalah teri (Stolephorus spp.).Pancing ulur (handline)Handline atau pancing ulur dioperasikan pada siang hari. Konstruksi pancing ulur sangat sederhana. Pada satu tali pancing utama dirangkaikan 2-10 mata pancing secara vertikal. Pengoperasian alat ini dibantu menggunakan rumpon sebagai alat pengumpul ikan. Pada saat pemancingan, satu rumpon dikelilingi oleh lima unit kapal, masing-masing kapal berisi 3-5 orang pemancing. Umpan yang digunakan adalah ikan segar yang dipotong-potong. Hasil tangkapan utama pancing ulur adalah tuna (Thunnus spp.).Pukat cincin (purse seine)Pukat cincin atau purse seine adalah sejenis jaring yang di bagian bawahnya dipasang sejumlah cincin atau gelang besi. Dewasa ini tidak terlalu banyak dilakukan penangkapan tuna menggunakan pukat cincin, kalau pun ada hanya berskala kecil.Pukat cincin dioperasikan dengan cara melingkarkan jaring terhadap gerombolan ikan. Pelingkaran dilakukan dengan cepat, kemudian secepatnya menarik purse line di antara cincin-cincin yang ada, sehingga jaring akan membentuk seperti mangkuk. Kecepatan tinggi diperlukan agar ikan tidak dapat meloloskan diri. Setelah ikan berada di dalam mangkuk jaring, lalu dilakukan pengambilan hasil tangkapan menggunakan serok atau penciduk.Pukat cincin dapat dioperasikan siang atau malam hari. Pengoperasian pada siang hari sering menggunakan rumpon atau payaos sebagai alat bantu pengumpul ikan. Sedangkan alat bantu pengumpul yang sering digunakan di malam hari adalah lampu, umumnya menggunakan lampu petromaks.Gafa et al. (1987) mengemukakan bahwa payaos selain berfungsi sebagai alat pengumpul ikan juga berfungsi sebagai penghambat pergerakan atau ruaya ikan, sehingga ikan akan berada lebih lama di sekitar payaos. Uktolseja (1987) menyatakan bahwa payaos dapat menjaga atau membantu cakalang tetap berada d lokasi pemasangannya selama 340 hari.Jaring insang (gillnet)Jaring insang merupakan jaring berben tuk empat persegi panjang dengan ukuran mata yang sama di sepanjang jaring. Dinamakan jaring insang karena berdasarkar cara tertangkapnya, ikan terjerat di bagian insangnya pada mata jaring. Ukuran ikan yang tertangkap relatif seragam.Pengoperasian jaring insang dilakuka secara pasif. Setelah diturunkan ke perairan, kapal dan alat dibiarkan drifting, umumnya berlangsung selama 2-3 jam. Selanjutnya dilakukan pengangkat jaring sambil melepaskan ikan hasil tangkapan ke palka.
selasa, 16 Desember 2008

Sabtu, 22 November 2008

Biologi Perikanan

Ichtyologi adalah ilmu yang mempelajari tentang ikan dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal itu.

Ikan termasuk hewan vertebrata, hidup di air, bernafas dengan insang, bergerak dengan sirip, berlendir dan berdarah dingin. Ikan berdarah dingin artinya bahwa ikan dapat dengan mudah menyesuaikan diri terhadap lingkungan.

Ikan merupakan sumber protein hewani yang dapat dimanfaatkan bagi organisme lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Dinamika kehidupan ikan sangat kompleks, dimana bisa hidup dilaut yang kedalamannya lebih dari 100 meter, tetapi ada juga ikan-ikan yang hidup di danau-danau yang terletak pada ketinggian lebih dari 100 meter diatas permukaan air laut.


Penggolongan ikan menurut tempat hidupnya :

1. Ikan Demersal yaitu ikan yang hidupnya didasar atau dekat dasar perairan. Contohnya : ikan sebelah (pihi), ikan kepala busuk (bloso), ikan pari, ikan lele dll.

2. Ikan Pelagis yaitu ikan yang hidupnya diperairan antara lepas dasar sampai permukaan perairan. Contohnya : ikan layang, ikan lemuru, ikan tongkol, ikan tengiri, ikan kembung dll.



Selamat datang di dunia Bahari

. karena didalamnya masih banyak sumberdaya yang belDunia bahari adalah dunia yang sangat menjanjikanum terekspolitasi secara maksimal.

Sosial Budaya

Puluhan Kilogram Kosmetik Oplosan Disita
Puluhan kilogram kosmetik oplosan disita Badan POM dari sebuah rumah di Denpasar, Bali. Badan POM menyatakan 27 merek kosmetika buatan dalam dan luar negeri berbahaya bagi manusia terutama ibu hamil karena bisa merusak janin.
27/11/2008 18:12 - BuruhMenteri Perindustrian Tolak Desakan DPR
Menanggapi gejolak buruh, DPR telah mendesak pemerintah mencabut SKB empat menteri yang mengatur soal upah buruh. Namun Menteri Perindustrian Fahmi Idris yang merupakan salah satu penandatangan SKB menolak desakan wakil rakyat.
27/11/2008 15:15 - Kinerja PresidenSidang Parlemen Asia Bahas Kriris Finansial
Sidang Umum Parlemen Asia dibuka secara resmi oleh Presiden Yudhohyono. Sidang akan membahas sejumlah isu global, di antaranya merancang sistem finansial global baru.
27/11/2008 12:43 - Kesehatan